Workshop Fiber Optik APJATEL SMK NU Ma'arif Kudus



Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi semakin meningkat sejalan dengan kebutuhan masyarakat pada sarana dan telekomunikasi yang handal dan canggih saat ini hingga dimasa mendatang. Untuk memenuhi kebutuhan itu maka diperlukan suatu jaringan sistem telekomunikasi yang mampu memberikan QoS(Quality of Service) yang terbaik. Dengan adanya perkembangan teknologi jaringan transport berbasis serat optic yang sebelumnya hanya mampu menstransmisikan data pada orde mega bit per secon (Mbps). Sekarang ini sudah mampu untuk ditransmisikan pada orde giga bit per secon (Gbps) bahkan lebih cepat lagi bisa mencapai tera bit per secon (Tbps) sehingga dapat memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan kapasitas transmisi pada jaringan . teknologi jaringan transport ini berawal dari teknologi SDH( Synchronous Digital Hierarchy) dan PDH (Plesiocchronus Digital Hierarchy) yang kemudian disusul oleh teknologi jaringan yang beroprasi dalam sinyal dan domain (optic) panjang gelombang yaitu DWDM ( Dense Wavelength Division Multiplexing)

Industry telekomunikasi, Internet dan broadcasting dewasa ini mengerucut menjadi satu kesatuan atau konvergensi dalamlayanan yang diawarkan kepada masyarakat pengguna jasa.ha ini semakin dimungkinkan dengan perubahan pada teknologi perangkat/terminal (gadged) bagi pengguna jasa yang semakin handal dan terjangkau oleh masyarakat umum

Dalam operasionalnya konvergensi layanan yang dimaksud memerlukan sarana infrastruktur yang memadai dan mampu menyediakan kapasitas bandwidth (lebar pita) yang besar, atau belakangan dipopulerkan oleh mentri kominfo sebagai jalan tol informatika . Penyediaan jaringan pita lebar sudah ditetapkan sebagai target pemerintah yang dituangkan dalam bentuk Kepres no 69 tahun 2014 tentang “Rencana pita lebar Indonesia (Broadbrand Indonesia). Pita lebar adalah akses internet dengan jaminan konektifitas yang selalu tersambung terjamin katahanan dan keamanan dan keamanan informasinya serta memiliki kemampuan triply play dengan kecepatan minimal 2Mbps untuk akses tetap dan 1 Mbps untuk akses bergerak.

Dalam rangka mempersiapkan program pita lebar Indonesiasalah satu unsur sangat penting adalah kesiapan sumber daya manusia yang akan mengoprasikan sarana infrastruktur yang dibangun.

Tujuan 

  1. Menjadikan 100 SMK yang tersebar di 25 propinsi sebagai pusat pelatihan dan sertifikasi jaringan IPlayer 1-3 berbasis fiber optic
  2. Melatih mengembangkan mendampingi dan memberikan akses magang bagi 600 guru dan 10.000 siswa SMK TKJ di dunia industry jaringan telekomunikasi berbasis teknologi fiber optic
  3. Mengembangkan bahan pelajaran , alat bantu pelatihan berbasis fiber obtic.

Manfaat

Manfaat yang diperoleh dari kegiatan workshop dan Sertifikasi Jaringan Berbasis Teknologi Fiber Optic di SMK Negeri 1 Bangli adalah:

  1. Keuntungan belajar tekhnologi masa depan Fiber Optik
  2. Memperoleh pengetahuan terbaru mengenai Fiber Optik
  3. Meningkatkan keterampilan operasional Fiber Optik
  4. Meningkatkan kompetensi dengan Sertifikasi
  5. Memahami dunia Industri
Waktu Pelaksanaan dan Penyelenggara Kegiatan

Waktu dan Tempat
Waktu : Tanggal 28 Nopember s.d. 3 Desember 2016
Tempat : SMK NU Ma’arif Kudus
Jl.Jepara prambatan lor no 679 Kudus

Penyelenggara
Direktorat Pembinaan SMK, SMK NU Ma’arif Kudus dan APJATEL

Peserta
Peserta : 30 Guru TKJ se Jawa Tengah

Fasilitator

  1. APJATEL
  2. Industri Mitra Skyline
  3. Industri Mitra beOne
  4. Purbaratu Net Simulator SMK Negeri 4 Tasikmalaya

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Workshop Fiber Optik APJATEL SMK NU Ma'arif Kudus"